Filum Enchinodermata


Enchinodermata berasal dari bahasa Yunani. echin yang berarti duri dan derma yang berarti kulit. Jadi Enchinodermata adalah hewan berkulit duri. Bentuk tubuh hewan ini simetri radial, memiliki rangka dalam berupa zat kapur dengan tonjolan duri di permukaan. Hewan ini hidup dari mulai pantai sampai kedalaman ±10.000 m. hewan ini bergerak lambat dan tidak ada yang hidup parasitik, selain itu beberapa dari spesies ini hidup menempel (sesil).
                Tubuh hewan ini memiliki tiga lapisan, organ tubuh bersilia, tidak memiliki kepala, otak atau sekmen tubuh. Alat geraknya berupa kaki tabung atau kaki ambulakral. Sistem peredaradan darah masih belum jelas dan sederhana. Sementara itu respirasi dilakukan menggunakan insang atau papula yang merupakan tonjolan dari rongga tubuh. Sistem saraf hewan ini terdiri atas saraf berupa lingkaran cincin yang melingkar mulut dan saraf radial menuju tangan.

Pembagian Filum Enchinodermata :
a. Kelas Asteroidea
b. Kelas Crinoidea
c. Kelas Ophiuroidea
d. Kelas Echinoidea
e. Kelas Holothuroidea
 
a. Kelas Asteroidea
              Kelas Asteroidea (bintang laut) memiliki permukaan tubuh yang oral dan aboral. Pada bagian oral terdapat mulut, sedangkan pada permukaan aboral terdapat anus. Permukaan aboral ditutupi oleh duri tumpul yang terbuat dari zat kapur. Di antara papila terdapat pedicelaria atau duri kecil. Pada permukaan aboral dekat anus terdapat lubang air yang dinamakan madreporit. Pada bagian ujung dari kelima lengannya terdapat tentakel dan bintik mata yang dapat membedakan terang atau gelap. Dalam rongga tubuh bintang laut terdapat sistem pembuluh air yang diawali dari madreporit, saluran batu, saluran cincin, saluran radial, dan saluran lateral yang berhubungan dengan kaki ambulakral.
  •  
bKelas Chrinoidea
              Hewan yang tergolong Chrinoidea memiliki bentuk tubuh menyerupai bunga. Hewan ini hidup di daerah pantai sampai kedalaman 3.500 m di bawah permukaan laut. Hewan yang tergolong kelas ini adalah spesies Enchinodermata yang paling primitif. Tubuhnya (calyx) berbentuk cawan kecil dilengkapi dengan 10 buah lengan saluran analis dan tangkai yang berfungsi menyangga calyx.
              Pada setiap lengan terdapat parit ambulakral. Makanannya berupa plankton dan detritus yang diambil oleh tentakel. Makanan tersebut dimasukan oleh cillia ke dalam mulut. Hewan yang tergolong Chrinoidea tidak memiliki madreporit, tetapi memiliki sistem saraf berupa cincin pusat dan saraf yang menuju masing – masing lengan.
              Bintang laut memiliki beberapa organ tubuh yang cukup rumit. Salah satunya sistem saluran air yang berhubungan dengan sisi luar tubuh serta menjalar di dalam tubuh. Bintang laut bernapas dengan menggunakan kaki ambulakralnya. Sistem pencernaan terdiri atas mulut, lambung, pilorus, dan 5 pasang kelenjar hati yang berada di dalam lengan, usus halus dan anus. Sementara itu sistem saraf terbentuk menyusun cincin di sekitar mulut. Bintang laut memiliki kemampuan regenerasi yang tinggi. Jika lengannya putus, di tempat itu akan tumbuh lengan baru sebagai pengganti yang hilang. Contohnya bintang laut di Meksiko (Asterias forbesi).
 
c. Kelas Ophiuroidea
              Hewan kelas Ophiuroidea yang paling terkenal dengan sebutan bintang ular laut. Badannya berbentuk cakram bulat kecil. Lengannya lebih langsing dan lebih panjang dari pada bintang laut. Lengan bintang ular laut lebih mudah patah dan berfungsi untuk memasukkan makanan ke dalam mulut. Sistem pencernaan makanan dan sistem reproduksinya terdapat di dalam badan cakram. Hewan ini tidak memiliki anus dan juga sekum. Hewan ini berenang dari tempat satu ke tempat lainnya dengan menggunakan lengannya.
              Bintang ular laut dapat dibedakan menjadi hewan jantan dan juga betina. Fertilisasi terjadi di laut, telur akan berkembang menjadi larva pluteus, yaitu larva yang memiliki lengan bersilia yang panjang. Larva bermetamorfosis menjadi bintang ular laut dewasa. Salah satu hewan Ophiuroidea adlah (Geogocephalus, sp)
 
d. Kelas Echinoidea
              Individu yang tergolong kelas ini memiliki tubuh berbentuk bulat panjang atau oval dan tidak memiliki lengan. Permukaan tubuhnya terbungkus lapisan yang dinamakan cangkang (shell), memiliki permukaan oral dan aboral. Tubuh ditutupi oleh duri (spina) bersendi yang dapat digerakkan secara halus. Permukaan tubuh dihubungkan oleh tuberkel. Di antara spina terdapat pedicelaria yang berfungsi menangkap mangsa dan membersihkan tubuh. Sekitar mulut (peristom) terdapat alat sensoris yang dinamakan spahaeredia.
              Mulutnya lebar dan dikelilingi oleh lima buah gigi. Sistem pencernaan makanan dimulai dengan mulut, esofagus, lambung, usus halus, dan anus. Selain itu tubuh hewan ini memiliki rongga menyerupai tabung yang disebut shipon, dilengkapi dengan sillia. Bernafas dengan insang pada permukaan aboral terdapat madreporit. Sistem saraf melingkari mulut atau sistem saraf melengkung. Pembuahan telur berlangsung eksternal di dalam air laut. Hewan yang termasuk ke dalam kelas ini yaitu bulu babi (Enchinus esculentus).

Komposisi
Kandungan
Karakteristik
Asam glutamat
Glisin
Alanin
Valin
Methionin
Arginin
IMP
GMP
103
42
261
154
47
316
2
2
Rasa umami dan manis
Rasa umami dan pahit
Rasa manis dan pahit
-
-
Rasa umami dan manis
Rasa umami
Rasa umami

e. Kelas Holothuroidea
              Hewan yang tergolong kelas ini memiliki tubuh bulat memanjang dari permukaan oral ke arah permukaan aboral. Pada bagian anterior terdapat mulut yang dilengkapi dengan 10-30 tentakel. Tubuh hewan ini lunak dan seperti mentimun. Pada permukaan tubuh terdapat kaki ambulakral yang berfungsi sebagai alat gerak dan juga bernapas. Sistem pencernaan makanan terdiri atas mulut, esofagus, usus halus yang panjang dan anus. Sistem pernapasan dari hewan Holothuroidea dinamakan pohon pernapasan. Fertilisasi terjadi di dalam air laut yang kemudian berkembang menjadi larva aurecularia. Makannya berupa zat organik yang terdapat di dasar laut atau plankton yang melekat pada zat perekat yang berada di ujung tentakel. Hewan – hewan yang tergolong ke pada Holothuroidea adalah tripang dan mentimun laut (Thyone briareus).

 
 

Penulis : Reza Ramadhana ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Filum Enchinodermata ini dipublish oleh Reza Ramadhana pada hari Selasa, 05 Juli 2011. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 1komentar: di postingan Filum Enchinodermata
 

1 komentar: